OXY-SUPPORT

DENGAN OXY ANDA SEHAT DAN SEJAHTERA
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 The Power of Kepepet

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 138
Join date : 05.11.09
Age : 45

PostSubyek: The Power of Kepepet   Tue Mar 16, 2010 7:23 pm

The Power of Kepepet



Kita harus tahu betapa dahsyatnya kekuatan “kepepet” itu. Coba pikirkan contoh praktis berikut ini. Misalnya, Anda yang memiliki penghasilan pas-pasan tiba-tiba ditantang untuk mendapatkan uang 20 juta dan harus diserahkan besok pagi sebagai modal usaha. Hamper bisa dipastikan Anda menyerah dan tidak bisa memenuhi tantangan tersebut. Tapi bayangkan, semisalnya orang yang paling Anda cintai sakit kritis dan besok pagi harus segera dioperasi untuk menyelamatkan nyawanya. Operasi tersebut akan segera dilakukan jika Anda lebih dulu membayar sebesar 20 juta rupiah. Apakah Anda juga akan menyerah seperti tantangan pertama ? tentu saja tidak! Anda akan berusaha bagaimana caranya mendapatkan uang 20 juta tersebut. Entah bagaimana caranya dan bisa dipastikan Anda akan mendapatkan uang 20 juta tersebut.

Sama-sama butuh 20 juta tapi mengapa dalam kasus pertama kita kebanyakan gagal, sebaliknya dalam kasus kedua kita pasti berhasil mendapatkan 20 juta? Itulah yang disebut Power of Kepepet. Sesungguhnya, kita lebih sering termotivasi kalau keadaan kepepet, daripada kita termotivasi oleh karena impian atau iming-iming yang akan diberikan kepada kita.

Itu sebabnya kita harus bersyukur kalau Tuhan mengizinkan kita dalam keadaan kepepet, karena justru di situlah akan muncul motivasi yang luar biasa di dalam diri kita untuk mengubah nasib dan kehidupan kita. Seperti yang kita tahu bahwa orang-orang sukses kebanyakan dilahirkan dari kondisi kepepet, bukan dari situasi yang nyaman-nyaman saja. Orang yang sudah kepepet, biasanya sangat ngotot untuk sukses dan memiliki hasrat 100% untuk meraih sukses.



KEPEPET AKAN MEMBUAT KITA BERUBAH.

Barangkali kita pernah berjalan tanpa alas kaki di atas aspal yang panas atau diatas pasir pantai yang panas di siang hari. Saya yakin bahwa disaat itu kita tidak akan berjalan santai. Begitu kaki kita merasakan panas hingga terasa dipanggang, maka insting kita akan membuat kita berlari mencari tempat yang teduh. Satu-satunya hal yang tidak mungkin kita lakukan adalah berdiam diri di tempat itu. Kita pasti membuat keputusan untuk bergerak dan beranjak dari tempat itu dengan segera.

Kapan kita membuat keputusan untuk berubah? Ketika sebuah kondisi telah memaksa kita untuk berubah, biasanya ketika kondisi kita sudah benar-benar parah. Kalau kondisi belum parah, kita belum tergerak untuk berubah. Mirip ilustrasi diatas, kalau kaki belum merasakan panas yang hebat kita tidak akan segera beranjak. Karena itu tidak perlu heran kalau pada kenyataannya 80% manusia termotivasi untuk berubah setelah mengalami kondisi yang benar-benar menyakitkan dan sudah tidak bisa ditahan lagi.

Coba pikirkan ini : kapan seseorang memutuskan untuk berhenti merokok? Apakah ketika hanya sekedar batuk? Tentu tidak. Kalau hanya sekedar batuk, dia merasa putus dari rokok adalah hal yang tidak mungkin. Tapi bagaimana seandainya dokter memvonis bahwa paru-parunya bermasalah? Ajaib, dari yang sebelumnya tidak bisa putus dari rokok, akirnya orang tersebut bisa melakukannya. Mengapa? Karena kondisi sudah memaksa dan tidak bisa ditahan lagi. Kapan seorang memutuskan untuk bekerja keras dan mau melakukan apa saja? Saat kondisi ekonominya benar-benar sudah kepepet dan “rasa sakit ekonomi”nya sudah tidak tertahankan lagi.

Lihatlah masalah yang Anda alami sekarang ini dengan sudut pandang positif, yaitu sebuah sinyal bahwa Anda harus segera berubah. Kalau jaringan Anda mulai stagnan bahkan mulai rontok, kalau bonus Anda mulai berkurang, itu sebenarnya indikasi bahwa Anda harus segera melakukan perubahan. Perubahan adalah tanggung jawab kita 100%, karena itu jangan pernah menyalahkan orang lain dan situasi kondisi di sekeliling kita, sebab hal itu tidak akan membuat kita berubah. Ingatlah bahwa sesuatu tidak berubah jika kita tidak mengambil keputusan untuk berubah.



BERUBAH ATAU MENDERITA

Kondisi kepept akan membuat kita berubah dan beradaptasi dengan keadaan. Ketika kita berani berubah dan beradaptasi, justru itulah yang akan membuat kita bertahan. Kita tentu sering mendengar istilah “Seleksi Alam”. Konon, dulu jenis binatang di dunia ini berjumlah tiga kali lipat dari jenis binatang yang ada didunia ini. Bisa menjadi berkurang karena factor seleksi alam. Hewan yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan tetap bertahan, sedangkan mereka yang tidak mampu akan mati dan punah. Seleksi alam merupakan ujian yang paling jujur bagi semua keberadaan makhluk hidup untuk melihat seperti apa eksistensi mereka yang sebenarnya.

Hal yang sama juga terjadi saat kita menjalankan bisnis OXY. Bagaimanapun juga kita tidak alan berubah Menolak suatu proses yang disebut seleksi alam dalam bisnis kita di Oxy. Kita harus tahu bahwa”Alam” akan melakukan proses seleksi alam dalam bisnis kita di Oxy. Kita harus tahu bahwa “alam” akan melakukan proses seleksi alam secara adil dan obyektif. Leader yang berkualitas dan berkarakter dan memiliki sikap positif akan bertahan. Sebaiknya leader yang mudah menyerah, yang gampang frustasi ketika menghadapi masalah, dan leader yang tidak berani berubah pasti akan punah dengan sendirinya dalam “Seleksi Alam” tersebut. Bayangkan seandainya kita sampai “Punah” di bisnis OXY, bisa dipastikan bahwa kita akan menderita. Tidak lagi mendapat penghasilan yang fantastis, tidak lagi memiliki komunitas positif, tidak lagi memiliki pertumbuhan karakter diri.

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua akan mengalami seleksi alam. Oleh karena itu, pastikan diri kita tetap survive di dalam proses ini. Patut disayangkan kalau akhirnya kita termasuk jumlah bilangan yang “punah“ dalam proses seleksi alam tersebut. Akhir kata, syukurilah setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita saat ini karena masalah membuat kita kepepet. Kepepet membuat kita berani berubah. Berani berubah membuat kita tidak punah! Salam Sukses!


Sumber : Majalah OXY edisi 30 | November - Desember 2009
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://oxy-support.forumotion.net
 
The Power of Kepepet
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
OXY-SUPPORT :: TESTIMONI, KISAH SUKSES DAN MOTIVASI :: Artikel Motivasi-
Navigasi: